Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia
di Bogor Jawa Barat
Pada jaman orde baru, berdiri 36 tahun.
2 november. 1980. Jaman suharto sedang menggiatkan koperasi. Koperasi adalah
soko guru perekonomian indonesia, saat
itu perekonomian indonesia terdiri dari 3 pilar yaitu koperasi, pemerintah, dan
swasta. Koperasi pada saat itu dinilai suatu perkumpulan organisasi yang bisa
memajukan perekonomian masyarakat. Koperasi ini beranggotan pengrajin tempe
tahu. Koperasi produsen tempe tahu indonesia. Saat itu pengrajin tempe lebih
banyak daripada pengrajin tahu. Dan tempe merupakan makanan asli bangsa
Indonesia. Koperasi ini didirikan untuk menyediakan bahan baku kedelai untuk
pembuatan tempe. Pada saat ini dengan adanya perkembangan pembuatan tempe di
Indonesia, membuat banyak bangsa lain yang datang ke Indonesia untuk mengetahui
cara pembuatan tempe tersebut. Koperasi ini didirkan pada saat itu dikarenakan
masalah dan tujuan yang sama oleh pengrajin tempe. Masalah yang dihadapi adalah
kurangnya bahan baku kedelai pada saat itu, karena tanaman kedelai hanya
dijadikan sebagai tanaman sela (yaitu, setelah proses penanaman padi).
Sedangkan tujuannya adalah untuk memenuhi kebutuhan bahan baku kedelai bagi
pengrajin tempe.
Visi dan Misi :
Struktur organisasi:....rapat anggota
tahunan (RAT) pemegang tertinggi dalam
strukturnya. Dalam koperasi ini tidak ada pengawas, keanggotaan. Kopti berdiri
di setiap kabupaten.
Kepemilikan saham : organisasi
memanfaatkan simpanan-simpanan anggota. Patokannya UU no.25 tahun 1992. Untuk
menjadi anggota wajib membayar simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan
tabanas, simpanan khusus, dan simpanan-simpanan yang lainnya.
Pada awal berdirinya koperasi hanya
melayani penyaluran bahan baku untuk prodosennya. Dimana produsen adalah
anggota koperasi itu sendiri. Namun sekarang, tidak hanya untuk memenuhi bahan
baku kedelai saja, pengadaan bahan pembantu (seperti ragi, plastik,dll),
pengadaan peralatan produksi, memiliki unit usaha produksi tempe (pabrik
tempe).
Sistem keuangan, pendapatan, SHU, dan
pembagian dividen. Keuangan terbentuk dari simpanan anggota, sekarang
mendapatkan tambahan modal baik dari pemerintah, bank, atau masyarakat yang
ingin berinvestasi pada kopti ini. Pendapatan usaha pada akhir periode
dibagikan pada anggota, ada yang disimpan sebagai modal dan disimpan sebagai
cadangan. Karyawan kopti saat masih dibantu pemerintah berjumlah 45 orang namun
setelah krisis moneter terjadi revitalisasi (pengurangan jumlah karyawan). Pada
tahun 1980 pemerintah sangat konsen terhadap perkembangan koperasi diIndonesia
dengan membantu pengadaan bahan baku kedelai yang diimpor dari amerika untuk
melayani kebutuhan bahan baku para pengrajin tempe, saat itu kopti kabupaten
bogor mendapat jatah dari pemerintah sebanyak 613 ton yang membuat kopti dan
para pengrajin tempe merasa sejahtera. Alasan pemerintah membantu kopti adalah
karena tempe dianggap makanan yang dapat memenuhi kebutuhan gizi masyarakat
sesuai daya beli masyarakat. Namun setelah krisis moneter tahun 1998 pemerintah
melalui bulog tidak lagi diperkenankan membantu pengadaan bahan baku kedelai
karena memang sedang mengalami krisis dan mendapat tekanan ekonomi dari IMF dan
luar negeri. Sehingga pihak koperasi menjadi mandiri untuk melakukan pengadaan
bahan baku dan pendistribusian sendiri.
Pendapatan pengurus koperasi belum ada
standar besarannya namun sudah mencapai UMR. Sedangkan pendapatan para anggota
tidak berhubungan langsung dengan kopti dengan kata lain peran kopti hanyalah
sebagai pengadaan bahan baku. Para pengrajin membuat dan menjual tempe sendiri,
sehingga pihak kopti tidak mengetahui secara jelas berapa keuntungan yang
didapat para anggota sesuai dengan kapasitas produksi mereka yang jelas
sekarang pengrajin tempe sudah sejahtera. Namun sebagai sample kopti pernah
mengunjungi salah seorang anggota yang mampu memperoleh keuntungan bersih
sebesar Rp 500.000 per hari. Untuk pendapatan koperasi sendiri sudah mampu
membiayai organisasi, gaji pengurus, dan kira-kira pendapatan berkisar 200 juta
sampai 300 juta per bulan.
Syarat keanggotaan adalah harus
pengrajin tempe yang tersebar di seluruh wilayah kabupaten bogor.
Pembagian SHU sesuai rapat anggota
tahunan. Dalam RAT itu disampaikan pertanggung jawaban pengurus selama satu
tahun, menyampaikan program kerja untuk satu tahun yang akan datang dan pembagian
SHU.
Kopti kabupaten bogor merupakan salah
satu koperasi yang sudah berinovasi dengan membuat unit usaha sendiri yang
diberi nama Rumah Tempe Indonesia. Rumah tempe indonesia sendiri sudah go
internasional dengan melakukan kegiatan ekspor ke beberapa negara seperti
korea, dan sebagian ASEAN. Untuk ekspor ke korea sudah mencapai 10 ribu bungkus
perhari dengan kisaran berat 1 ton.
Berikut gambar koperasi produksi tempe dan tahu
Nama : Warsilia Wilna Setiana
Kelas : 3EA16
NPM : 1C214185
Matkul : Ekonomi Koperasi








0 komentar:
Posting Komentar