Nama
Kelompok :
1. Aulia
Febby Sulistyani (11214814)
2. Tiyas
Amalia Anggini (1A214802)
3. Valentina
Vidianingrum (1A214963)
4. Warsilia
Wilna Setiana (1C214185)
5. Yudi
Hermawan (1C214512)
Kelas : 4EA16
Mata
Kuliah : Komunikasi Bisnis
PERENCANAAN LAPORAN BISNIS
A. PENGERTIAN
DAN JENIS LAPORAN BISNIS
Laporan bisnis adalah suatu laporan yang memiliki sifat netral, tidak
memihak, memiliki tujuan yang jelas dan berisi rencana penyajian fakta kepada
seseorang atau lebih untuk tujuan bisnis tertentu.
Menurut Herta A. Murphy Laporan Bisnis adalah suatu
laporan yang memiliki sifat netral, tidak memihak, memiliki tujuan yang jelas,
dan berisi rencana penyajian fakta kepada seorang atau lebih untuk tujuan
bisnis tertentu.
Menurut Himstreet Laporan Bisnis adalah suatu pesan-pesan
objektif yang disusun secara teratur dan digunakan untuk menyampaikan informasi
dari suatu bagian organisasional atau dari satu institusi atau lembaga
kelembaga yang lain guna membantu pengambilan keputusan atau pemecahan masalah.
Pada umumnya penulisan laporan bisnis digunakan untuk memenuhi berbagai
keperluan, antara lain:
1.
Untuk memonitor dan mengendalikan operasional
perusahaan.
2.
Untuk membantu mengimplementasikan kebijakan-kebijakan
dan prosedur-prosedur yang telah ditetapkan perusahaan.
3.
Untuk memenuhi persyaratan-persyaratan hukum dan
peraturan-peraturan yang berlaku bagi perusahaan.
4.
Untuk mendokumentasikan prestasi kerja yang diperlukan
baik bagi keperluan internal maupun eksternal.
5.
Untuk menganalisis informasi dan memberikan bimbingan
bagi pengambilan keputusan-keputusan atas masalah tertentu.
6.
Untuk memperoleh sumber pendanaan atau membuka bisnis
baru.
B. Jenis-Jenis Laporan Bisnis
1.
Menurut fungsinya.
·
Laporan informasional adalah laporan yang member
informasi, menyajikan fakta-fakta tanpa melakukan analisis,
tanpa kesimpulan, dan tanpa memberikan rekomendasi.
·
Laporan Analisis adalah laporan yang menyajikan fakta,
menganalisis dan menginterprestasikan, kemudian menyimpulkan dan memberi
rekomendasi.
Contoh : laporan kemajuan pekerjaan, Rekomendasi dan proposal.
2.
Menurut subyeknya
·
Suatu laporan dapat dibedakan
menurut departemen mana suatu laporan itu diperoleh.
Contoh :Laporan Akuntansi, Personalia, Produksi dan sebagainya.
3.
Menurut Formalitasnya.
·
Laporan dapat dibedakan atas dasar apakah bersifat
formal atau nonformal. Menurut Frekuensinya. Suatu laporan dapat dibedakan atas
dasar apakah secara berkala atau khusus.
·
Laporan menurut keasliannya, terdiri dari: laporan
otoritas, laporan sukarela, laporan swasta, dan laporan public.
4.
Menurut keasliannya
·
Laporan Otoritas : laporan yang dibuat atas dasar
permintaan atau kuasa dari orang lain.
·
Laporan sukarela : inisiatif dari pembuat laporan itu
sendiri.
·
Laporan swasta : laporan yang dibuat oleh organisasi
atau perusahaan swasta.
·
Laporan public : disusun oleh lembaga pemerintah atau
lembaga yang dibiayai Negara.
5.
Menurut frekuensinya
·
Terdiri dari laporan berkala yaitu laporan yang
disusun harian, mingguan, bulanan, semesteran, tahunan.contoh: laporan
penjualan
·
Laporan Khusus : laporan atas kejadian yang
unik(khusus) seperti laporan mengenai krisis dalam perusahaan.
6.
Menurut jenisnya
·
Suatu laporan dipengaruhi oleh formalitas dan
panjangnya laporan. Laporan infomal meliputi laporan memorandum, laporan surat,
dan laporan cetak. laporan formal sering disebut dengan laporan panjang.
·
Laporan surat merupakan suatu laporan yang menggunakan
format surat dengan kepala surat. Laporan dalam bentuk cetakan mempunyai judul
yang sudah tercetak, instruksi, baris-baris kosong. Laporan formal biasanya
lebih panjang daripada laporan informal.
7.
Menurut Kegiatan Projek
·
Dalam melakukan suatu proyek, terdapat tiga jenis
laporan,yaitu laporanpendahuluan, laporan perkembangan, dan laporan akhir.
8.
Menurut pelaksanaan Pertemuan
·
Agenda : suatu dokumen yang ditulis sebelum pertemuan
berlangsung, dan biasanya terdiri atas jadwal pelaksanaan dan topic yang akan
dibahas dalam pertemuan sehingga akan membantu peserta dalam persiapan.
·
Resolusi merupakan laporan singkat secara formal
berisi hasil consensus suatu pertemuan.
·
Notulen adalah laporan resmi dalam suatu pertemuan
yang telah berlangsung yang mencakup semua hal yang terjadi dalam suatu
pertemuan. Mencakup pembahasan yang lebih luas dan berisi hasil pertemuan atau
konferensi penting.
C. BAGIAN POKOK
LAPORAN BISNIS
1.
Pendahuluan
Dalam bagian pendahuluan ada 10
(sepuluh) hal yang perlu dipertimbangkan, yakni:
a.
Pemberi Kuasa, adalah individu/organisasi yang
meminta laporan;
b.
Tata-letak, menginformasikan kepada pembaca
tentang apa saja yang akan dibahas dalam laporan bisnis;
c.
Masalah, biasanya diformulasikan di awal
pendahuluan sebelum maksud atau tujuan laporan bisnis dinyatakan;
d.
Maksud, merupakan poin penting dalam laporan
bisnis;
e.
Ruang Lingkup, berhubungan dengan luas cakupan atau
batas suatu pokok bahasan dalam sebuah laporan bisnis;
f.
Metodologi, mengacu pada metode pengumpulan
informasi;
g.
Sumber-sumber, mencakup berbagai sumber yang kita
gunakan dalam penyusunan laporan bisnis, baik sumber tertulis maupun sumber
lisan;
h.
Latar Belakang, jika pembaca
dianggap perlu mengetahui informasi yang ada dalam laporan bisnis itu maka
latar belakang harus disampaikan;
i.
Definisi Istilah, jika kita
menggunakan istilah yang memiliki beberapa penafsiran maka kita harus
menjelaskan kepada pembaca definisi yang kita maksudkan.
j.
Keterbatasan, adalah keterbatasan dalam hal dana,
waktu, ataupun data yang tersedia.
Untuk laporan singkat, beberapa unsur tersebut dapat digabungkan menjadi
satu atau dua paragraf dengan ataupun tanpa judul “Pendahuluan”. Bahkan dalam
laporan berkala, judul pendahuluan dapat dihilangkan bila isi setiap periode
sama dan pembaca telah mengetahuinya.
2.
Isi Laporan
Bagian terpanjang dari suatu laporan bisnis adalah isi laporan. Dalam
bagian ini, kita membahas dan mengembangkan hal-hal yang penting secara rinci.
Di samping itu, bagian ini dapat membantu kita mencapai maksud penulisan
laporan bisnis. Penulisan laporan bisnis yang baik, harus mencakup temuan fakta
yang penting dan relevan.
3.
Penutup
Bagian penutup berfungsi untuk merangkum laporan secara menyeluruh, dan
untuk laporan analitis juga mengambil kesimpulan dan memberikan rekomendasi. Oleh
karena itu, dalam Laporan Informasional bagian penutup ini dinamakan Rangkuman,
sedangkan pada Laporan Analitis disebut Kesimpulan dan Rekomendasi. Hal-hal
yang dipertimbangkan dalam bagian penutup adalah sebagai berikut:
a.
Rangkuman, berisi ringkasan pembahasan secara
menyeluruh. Kadangkala hanya berisi poin-poin yang penting, kekuatan dan
kelemahan, atau manfaat dan kerugian;
b.
Kesimpulan, berisi evaluasi secara ringkas
fakta-fakta yang dibahas, tanpa memasukkan pendapat pribadi kita sebagai
penulis;
c.
Rekomendasi, menyarankan suatu program tindakan
yang didasarkan pada kesimpulan yang telah dibuat;
d.
Rencana Tindakan, merupakan pernyataan
terakhir yang mencakup waktu pelaksanaan program, anggaran yang diperlukan, dan
orang-orang yang bertanggung jawab terhadap program/projek yang akan
dilaksanakan.
D. PENGORGANISASIAN
ISI DALAM LAPORAN BISNIS
Ada 2 (dua) cara yang dapat dipilih untuk digunakan dalam penyusunan isi
laporan bisnis, yakni cara dedukasi (cara langsung) dan cara induksi (cara tak
langsung).
1.
Cara pertama:
Cara deduksi atau cara langsung berarti menyampaikan ide pokok dan
rekomendasi tyerlebih dahulu, seteah itu baru dijelaskan ahl-hal yang rinci.
Secara umum, kita dapat menggunakan cara deduksi atau cara langsung, jika
pembaca kita memiliki cirri sebagai berikut:
·
Eksekutif yang sibuk,
·
Lebih suka untuk menentukan sesuatu dengan segera,
·
Ingin mengetahui ‘berita baik’ atau informasi netral
·
Ingin menganalisis data lebih baik, dan hal ini akan
menjadi lebih mudah jika,
·
Kesimpulan dan rekomendasi dicantumkan pada awal
laporan
·
Ingin mengetahui pendangan penulis laporan dengan
segera
·
Lebih menyukai laporan yang disusun dengan cara
deduksi
2.
Cara kedua:
Cara induksi atau cara tak langsung, berarti kita menjelaskan fakta-fakta
yang ada terlebih dahulu, baru kemudian kita memberikan ide pokok, kesimpulan
dan rekomendasi. Pada prinsipnya, kita menggunakan cara induksi jika pembaca kita
mempunyai karakteristik sebagai berikut:
·
Ingin mengetahui penjelasan secara rinci terlebih
dahulu untuk dapat memahami kesimpulan dan rekomendasinya,
·
Ingin mengetahui kesimpulan yang kurang menyenangkan
(‘berita buruk’),
·
Merasa kesimpulannya tidak bias dan dapat menerimanya
·
Perlu membaca keseluruhan laporan,bukan hanya bagian
akhirnya saja
·
Lebih menyukai laporan yang disusun dengan cara
induksi
·
Macam-macam Laporan Bisnis
E. Macam-Macam Laporan Bisnis
1.
Laporan menurut fungsinya
Jenis laporan menurut fungsinya terdiri laporan
informasional dan laporan analitis. Laporan informasional adalah laporan yang
bersifat memberi informasi, menyajikan fakta tanpa melakukan analisis, tanpa
kesimpulan dan tanpa memberikan rekomendasi. Sedangkan, laporan analitis adalah
laporan yang menyajikan fakta, menganalisis dan mengintrepretasikannya,
kemudian menyimpulkan dan memberi rekomendasi. Beberapa contoh dari jenis ini
adalah laporan kemajuan pekerjaan, laporan rekomendasi dan proposal.
2.
Laporan menurut subjeknya
Laporan menurut subjeknya adalah laporan yang
didasarkan menurut departemen atau unit tempat laporan itu diperoleh. Contohnya
adalah laporan akuntansi, laporan personalia, dan laporan produksi.
3.
Laporan menurut formalitasnya
Laporan jenis ini dapat dibedakan atas laporan formal
atau laporan panjang dimana pada umumnya lebih dari 10 halaman dan laporan non
formal atau laporan singkat.
4.
Laporan menurut keasliannya
Laporan yang terdiri dari laporan otoritas, laporan
sukarela, laporan swasta, dan laporan publik. Laporan otoritas yang dibuat atas
pemerintah atau kuasa dari orang lain, laporan sukarela disusun atas
inisiatif dari pembuat laporan itu sendiri, laporan swasta adalah laporan
yang dibuat oleh organisasi/perusahaan swasta, dan laporan publik disusun oleh
lembaga/organisasi pemerintah atau lembaga yang dibiayai oleh negara.
5.
Laporan menurut frekuensinya
Laporan menurut frekuensinya terdiri dari laporan berkala yaitu laporan
yang disusun secara harian, mingguan, bulanan, semesteran, dan tahunan.
Contoh, laporan penjualan harian. Sedangkan laporan khusus merupakan laporan
atas suatu kejadian yang unik atau khusus seperti munculnya krisis dalam suatu
perusahaan.
6.
Laporan menurut jenisnya
Laporan terdiri dari laporan memorandum, laporan surat, dan laporan panjang
(laporan formal).
7. Laporan menurut kegiatan projek
Laporan macam ini terdiri atas laporan pendahuluan, laporan perkembangan,
dan laporan aktif.
8.
Laporan menurut pelaksanaan pertemuan
Pada laporan jenis ini meliputi agenda resolusi,
notulen, dan laporan pertemuan. Agenda adalah suatu dokumen yang ditulis
sebelum suatu pertemuan berlangsung dan biasanya terdiri dari jadwal
pelaksanaan dan topik yang akan dibahas dalam pertemuan sehingga akan membantu
peserta. Resolusi merupakan laporan singkat yang secara formal berisi
pengumuman hasil konsensus dalam suatu pertemuan. Notulen adalah laporan resmi
dalam suatu pertemuan yang telah berlangsung yang mencangkup semua hal yang
terjadi dalam suatu pertemuan. Laporan pertemuan merupakan laporan resmi yang
mencangkup bahasan yang lebih luas dan berisi hasil pertemuan atau konferensi
penting.
F. Pengorganisasian Isi Dalam Laporan Bisnis
Ada 2 (dua) cara yang
dapat dipilih untuk digunakan dalam penyusunan isi laporan bisnis, yakni cara
deduksi (cara langsung) dan cara induksi (cara tak langsung).
1. Cara deduksi atau cara langsung berarti menyampaikan ide pokok dan
rekomendasi terlebih dahulu, setelah itu baru dijelaskan hal-hal yang rinci.
2. Cara induksi atau cara tak langsung, berarti kita menjelaskan fakta- fakta
yang ada terlebih dahulu, baru kemudian kita memberikan ide pokok, kesimpulan,
dan rekomendasi.
G. Tema-Tema Laporan Bisnis
1.
Laporan Produksi
2.
Laporan Akuntansi
3.
Laporan Penjualan Harian
TEMA LAPORAN BISNIS KELOMPOK : UMKM
FOTO COPY
REFERENSI:
(Diakses
pada tanggal 25 Oktober 2017).
(Diakses
pada tanggal 25 Oktober 2017).
0 komentar:
Posting Komentar