Review 2 jurnal





Nama               : Warsilia Wilna Setiana
Kelas               : 4EA16
NPM                : 1C214185
Tugas               : Komunikasi Bisnis
 




JURNAL 1

Judul : Penerapan E-Commerce dalam Meningkatkan Daya Saing Usaha
Penulis : Siti Maryama

Pendahuluan
Perkembangan teknologi yang begitu pesat dapat membantu proses komunikasi dan informasi. Banyak sekali alat komunikasi dan informasi yang dimanfaatkan dalam kegiatan usaha atau bisnis seperti penggunaan telefon, fax, sms, email, website dan lain-lain. Oleh sebab itulah muncul istilah e-commerce. E-commerce adalah proses transaki jual beli dengan menggunakan alat elektornik.

Penggunaan e-commerce merupakan sebuah keharusan dalam dunia usaha, mengingat masalah yang semakin kompleks dan tuntutan untuk selalu mengikuti perkembangan dunia global yang mengharuskan untuk selalu bertindak kreatif.

Salah satu fungsi dari pemanfaatan e-commerce ini adalah adanya efisiensi terhadap dunia bisnis. Manfaat e-commerce diharapkaan mampu memberikan manfaat yang signifikan dalam menghadapi dunia bisnis yang penuh persaingan tersebut. Penggunaan e-commerce adalah salah satu bentuk implementasi perkembangan teknologi untuk memasarkan produknya (barang atau jasa) ke segala tempat dan segmen, baik dalam skala nasional maupun internasional.

Metode
            Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode ini digunakan untuk mendeskripsikan bagaimana fenomena aktivitas pelaku usaha dalam memanfaatkan e-commerce dalam meningkatkan daya saing usaha.

Hasil
          Hasil dari penelitian ini adalah dengan melibatkan para pelaku usaha baik dalam bidang perdagangan (barang/jasa) maupun yang bergerak dibidang jasa dengan rincian 80% responden adalah para pelaku usaha dibidang perdagangan (barang) dan 20% adalah para pelaku usaha dibidang jasa.

            Motif responden dalam penerapan e-commerce dapat dinyatakan bahwa faktor yang melandasi perusahaan terdorong menggunakan e-commerce terdiri dari 6 faktor yaitu yang menjadi harapan tertinggi bagi para perusahaan ketika ingin menerapkan e-commerce :

1.      Mengakses pasar global 56%
2.      Mempromosikan produk 63%
3.      Membangun merk 56%
4.      Mendekatkan dengan pelanggan 74%
5.      Membantu komunikasi lebih cepat dengan pelanggan 63%
6.      Memuaskan pelanggan 56%

Manfaat terbesar  adalah e-commerce dapat meningkatkan omzet penjualan, meningkatkan jumlah pelanggan, perluasan jangkauan bisnis serta sarana promosi, peluang terbukanya bisnis baru dan kepuasan pelanggan, dan yang terakhir adalah kemudahan hubungan relasi.

JURNAL 2
Judul : Sikap dan  Intensi Pemanfaatan Internet dalam Kegiatan Bisnis
Penulis : Irena Anggita Nurul Adha dan Ratri Virianita

Pendahuluan
Internet sebagai sebuah jaringan komunikasi global memiliki beberapa fasilitas (piranti) yang dapat dimanfaatkan untuk beberapakeperluan baik dalam bisnis maupun non bisnis(Purwanto, 2003). Usaha Kecil dan Menengah merupakan salah satu sektor ekonomi yang dapat memanfaatkan internet dalam kegiatan bisnis karena sangat diperhitungkan kontribusinya terhadap pendapatan negara.

Berdasarkan sumber dari UNDP dalam Anonim (2010) penggunaan TI dapat meningkatkan transformasi bisnis melalui kecepatan, ketepatan dan efisiensi pertukaran informasi dalam jumlah yang besar. Menurut Riyanti (2003) bahwa berhasil atau tidaknya usaha kecil sangat bergantung pada wirausaha sebagai pemilik dan pengelola usaha kecil sehingga pemilik atau manajer saat ini dituntut untuk dapat menguasai dan memahami pemanfaatan teknologi informasi.

Metode
Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mencari informasi faktual secara detail tentang hal-hal yang sedang menggejala dan mengidentifikasi masalah-masalah atau untuk mendapatkan justifikasi keadaan dan kegiatan-kegiatan yang sedang berjalan (Wahyuni, 2004).

Hasil
Sikap dapat berupa kecenderungan yang positif maupun negatif. Sikap terhadap pemanfaatan internet dalam konteks penelitian ini adalah kecenderungan berperilaku yang menunjukkan rasa suka atau tidak suka, setuju atau tidak setuju terhadap pemanfaatan internet. Pengukuran terhadap sikap dapat dilihat melalui pernyataan-pernyataan yang mengandung tiga komponen sikap, yaitu kognitif, afektif dan konatif. Setiap komponen sikap dibagi ke dalam dua tingkatan, yaitu sikap positif dan sikap negatif.

Sebagian besar responden (65%) memiliki konasi yang positif terhadap pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis. Angka ini menunjukkan bahwa sebagian responden memiliki kecenderungan untuk memanfaatkan internet dalam menjalankan bisnisnya. Hal ini dapat disebabkan oleh pengetahuan dan kesadaran responden tentang manfaat penggunaan internet dan juga ketertarikan responden dalam penggunaannya sebagai sarana komunikasi, promosi dan riset untuk menjalakan usahanya.

Intensi pemanfaatan internet dlama kegiatan bisnis, dimana intensi merupakan fungsi dari dua determinan dasar, yaitu sikap individu terhadap perilaku (aspek personal) dan persepsi individu terhadap tekanan sosial untuk melakukan atau tidak melakukan perilaku yang bersangkutan yang disebut dengan norma subjektif.

Intensi atau niat responden untuk memanfaatkan internet dalam kegiatan bisnis relatif seimbang. Sebesar 55 persen responden memiliki niat positif untuk memanfaatkan internet dalam kegiatan bisnis dan 45 persen responden memiliki intensi negatif untuk memanfaatkan internet. Data ini menunjukkan bahwa sikap responden yang positif terhadap pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis belum tentu akan diikuti dengan intensi yang positif pula dalam pemanfaatannya.

Hubungan antara sikap dengan pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis dengan nilai r=0,827 yang menunjukkan hubungan yang tinggi atau kuat. Berdasarkan data tersebut terbukti bahwa jika sikap terhadap pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis adalah positif, maka intensinya akan positif pula. Begitu juga sebaliknya, sikap yang negatif terhadap pemanfaatan internet dalam kegiatan bisnis akan menghasilkan intensi yang negatif.



Perbandinagn kedua Jurnal
Jurnal 1
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Metode ini menggunakan survei sebagai acuan penelitiannya. Survei yang dilakukan dengan bertanya kepada 10 responden, dimana 10 respoden tersebut adalah para pelaku usaha dibidang perdagangan dan jasa.

Jurnal 2
Penelitian ini merupakan penelitian survai dengan tipe eksplanatory atau confirmatory research. Penelitian explanatory merupakan penelitian penjelasan yang menyoroti hubungan antar variabel-variabel penelitian dan menguji hipotesis yang telah dirumuskan sebelumnya (Singarimbun, 1989). Pendekatan yang dilakukan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif. Pendekatan kuantitatif digunakan untuk mencari informasi faktual secara detail tentang hal-hal yang sedang menggejala dan mengidentifikasi masalah-masalah atau untuk mendapatkan justifikasi keadaan dan kegiatan-kegiatan yang sedang berjalan (Wahyuni, 2004).

Kesimpulan
Berdasarkan perbandingan kedua jurnal tersbut dapat disimpulakn bahwa kedua jurnal tersebut mempunya kekurangan dan kelebihan masing-masing. Misalnya pada jurnal 1, dimana survei dilakukan oleh 10 responden. Menurut saya jumlah dalam pengambilan responden harus lebih dari 10 respoden. Peneliti seharusnya menggunakan perhitungan untuk mengambil jumlah responden, agar penelitian yang dilakukannya lebih akurat. Tetapi dibalik kekurangan jurnal tersebut, banyak menyimpan kelebihan dan informasi yang dapat membantu seseorang.




Sumber :
http://ilkom.journal.ipb.ac.id/index.php/sodality/article/view/5836

0 komentar:

Template by:

Free Blog Templates