BUDAYA PERUSAHAAN



Budaya Perusahaan (Organisasi)

Menurut Nawawi (2003:283) yang dikutip dari Cushway B. dan Lodge D., hubungan budaya dengan budaya organisasi bahwa “budaya organisasi adalah suatu kepercayaan dan nilai yang menjadi falsafah utama yang dipegang teguh oleh anggota organisasi dalam menjalankan atau mengoperasionalkan kegiatan organisasi”.                                                                                                         
Nawawi (2003:283) yang dikutip dari Schemerhom, Hurn, dan Osborn, mengatakan “budaya organisasi adalah suatu sistem penyebaran keyakinan dan nilai yang dikembangkan dalam suatu organisasi sebagai pedoman perilaku anggotanya”.

Moorhead dan Ricky (1999:513) memberikan definisi budaya organisasi sebagai, “The set of values that helps the organization’s employees understand which actions are considered acceptable and which unacceptable”. Budaya organisasi merupakan kumpulan nilai yang membantu anggota organisasi memahami tindakan yang dapat diterima dan mana yang tidak dapat diterima dalam organisasi. Nilai tersebut biasanya dikomunikasikan melalui cerita atau simbol lain yang mempunyai arti tertentu bagi organisasi.

Triguno (2000:184) menyatakan “budaya organisasi adalah campuran nilaikepercayaan dan norma yang ditetapkan sebagai pola perilaku dalam suatu organisasi”. Dari berbagai definisi budaya organisasi yang telah dikemukakan, dapat ditarik simpulan bahwa budaya perusahaan adalah sistem nilai yang diyakini oleh semua anggota perusahaan dan yang dipelajari, diterapkan, serta dikembangkan secara berkesinambungan, berfungsi sebagai sistem perekat, dan dapat dijadikan acuan berperilaku dalam perusahaan untuk mencapai tujuan perusahaan yang telah ditetapkan. 
                                                                                 
Robbins (2001) mengemukakan bahwa konsep budaya perusahaan dalam beberapa dekade ini dipercaya sebagai salah satu alat untuk mencapai keunggulan perusahaan yang dapat membedakan antara suatu perusahaan dengan perusahaan lain. Setiap perusahaan mempunyai budaya yang unik dan berbeda.



Karakteristik Budaya Organisasi
Menurut Stephen P. Robbins yang dikutip oleh Arasy (2002:139), suatu budaya organisasi akan berdampak pada kinerja diawali dari input organisasi yang meliputi inovasi dan pengembangan risiko, perhatian ke rincian, orientasi hasil, orientasi orang, orientasi tim, keagresifan, dan kemantapan yang kemudian dipersepsikan sebagai budaya organisasi yang akan menjadi sebuah kekuatan yang tinggi atau rendah yang berdampak pada tingkat kinerja dan kepuasan karyawan. Kepuasan kerja berupaya mengukur respons efektif terhadap lingkungan kerja. Kepuasan kerja berhubungan dengan bagaimana perasaan pegawai, seperti praktik imbalan yang diberikan oleh organisasi.

Pentingnya Budaya Organisasi
            Bagi perusahaan, budaya merupakan satu hal yang sangat penting karena kemampuannya untuk mengarahkan perilaku para anggota perusahaan ke tujuan yang dikehendaki. Hal ini sesuai dengan pernyataan Atmosoprapto (2001) bahwa Budaya perusahaan dapat dirasakan oleh sumber daya manusia yang berada di dalam perusahaan tersebut. Budaya perusahaan senantiasa mempengaruhi kondisi dasar dan perilaku individu yang ada di dalamnya. Tingkatan pengaruh yang dialami masing–masing orang memang berbeda, namun yang jelas setiap orang pasti terkena dampak, mengalami atau merasakan pengaruh tersebut (Schatz & Schatz, 1995).

            Pengaruh budaya perusahaan tersebut melebihi pengaruh faktor lain dalam organisasi, seperti struktur, sistem manajemen, dan lain–lain. Ini adalah suatu keadaan yang sangat diharapkan oleh para pimpinan sehingga tidak bersusah payah mengarahkan perilaku anggota khususnya ketika budaya perusahaan itu telah tertanam kuat pada karyawannya. Suatu budaya kuat apabila nilai inti organisasi itu dipegang secara intensif dan dianut bersama secara meluas. Makin banyak anggota yang menerima nilai–nilai inti dan makin besar komitmen mereka pada nilai– nilai tersebut maka makin kuat budaya tersebut (Robbins, 2001).

Menurut Lowney (2005:341), hasil riset yang diselenggarakan oleh para konsultan manajemen McKinsey & Co, untuk melancarkan strategi membantu perusahaan menarik dan mempertahankan para karyawan berbakat yang langka, McKinsey bertanya kepada para eksekutif puncak, apa yang telah memotivasi para karyawan mereka yang paling berbakat. Berikut ini adalah ringkasan di antara 200 eksekutif puncak mengenai peringkat faktor yang mutlak essensial untuk memotivasi karyawan berbakat.

Daftar Pustaka
Melinda, Tina dan Zulkarnain. 2004. Budaya Perusahaan Dan Persepsi Pengembangan Karir Pada Karyawan Yang Bekerja Di PT Telekomunikasi Indonesia. Jurnal Psikologi, Volume 1. No. 1. Diunduh pada bulan Mei 2017.

Widuri, Rindang dan Asteria Pramita. 2007. Analisis Hubungan Peranan Budaya Perusahaan Terhadap Penerapan Good Corporate Governance Pada PT Aneka Tambang TBK. Jurnal The Winners, Volume 8. No.1. diunduh pada bulan Mei 2017.


Contoh

USAHA KECIL MENENGAH TOKO PRAPATAN

Toko Prapatan adalah usaha kecil menengah yang didirikan oleh pasangan suami istri di Jawa. Awalnya mereka iseng-iseng untuk menambah penghasilan perbulan, tetapi kini toko tersebut semakin besar. Dahulu toko Prapatan adalah toko kecil yang tempatnya berada dirumah, sekarang toko tersebut sudah mempunyai tempat sendiri. Toko Prapatan berdiri pada tahun 2000 dimana toko tersebut belum mempunyai karyawan. Tetapi sekarang toko Prapatan makin berkembang dan sudah mempunyai beberapa karyawan. Toko yang letaknya di daerah Jawa tepatnya di Jalan Tanjung Rt 02 Rw 04 Desa Growong Kidul Kab. Pati itu menjual berbagai kebutuhan rumah tangga, kebutuhan sekolah, sembako dan yang lainnya. Toko Prapatan buka dari jam 7 pagi dan tutup untuk istirahat Isoma jam 2 siang, lalu buka kembali jam 4 sore sampai jam 8 malam. Sang penjual sekarang berusaha agar tokonya mempunyai cabang dan semakin dikenal masyarakat.

Visi Toko Prapatan
Menjadi toko yang dikenal oleh masayarat luas.
Mendapat keuntungan tanpa bersikap curang.
Menarik pelanggan tetap yang loyal.

Misi Toko Prapatan
Menyediakan toko yang nyaman agar pelanggan berasa puas dengan toko
Pelayanan yang ramah
Menyediakan barang dagangan dengan harga terjangkau namun berkualitas
Menyatu dengan pelanggan 

Budaya Pada Perusahaan

Budaya perusahaan yang perlu diterapkan di Toko Prapatan yaitu ketika ada pelanggan datang karyawan langsung sigap melayani kebutuhan pelanggan. Karyawan juga harus ramah kesemua pelanggan agar pelanggan puas dan menjadi pelanggan tetap. Ketika pelanggan komplain terhadap barang yang dibeli karyawan harus mampu menenangkan dengan cara meminta maaf kemudian karyawan melihat barang yang rusak tersebut. Apabila kerusakan tersebut memang kesalahan dari pabrik atau bukan dari pelanggan maka karyawan harus mengambilkan barang pengganti yang baru dan dicek terlebih dahulu.

Nama                    : Warsilia Wilna Setiana
Kelas                     : 3EA16
NPM                      : 1C214185
Matkul                  : Etika Bisnis
Tugas                    : Budaya Perusahaan


0 komentar:

Template by:

Free Blog Templates